Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, March 29, 2012

Asal Muasal Kata Ureung Meureudu, “Mata Hu Su Meutaga”


Bivak Belanda Di meureudu

“Mata hu su meutaga”, merupakan label untuk orang Meureudu menarik dipertanyakan. Apakah ini memang karakter masyarakatnya atau ada kisah lain. Misal ketika orang Pidie disebut Pidie pra’ak, Samalanga wala’ak-wala’ak. Secara subtansi, sebutan ini tak berkait dengan karakter masyarakat kedua daerah itu. Konon istilah lahir ketika DI/TII di Aceh. Saat itu situasi keamanan di Aceh tidak menentu—peresis seperti sekarang usai konflik.

Ceritanya, suatu ketika terjadi kontak tembak (perang) antara pejuang DI/TII dengan tentara Pancasila di kota Pidie (Sigli sekarang), membuat penduduk harus mengungsi, termasuk warga keturunan Cina. Mereka lari ada yang ke Bireuen, Langsa, bahkan ke Medan. Nah, warga turunan ini menceritakan keadaan Pidie dengan bahasa Aceh yang tilo-tilo alang berlogat mandarin, 

“Pidie Pla’ng” (Pidie Prang ; Pidie sedang perang). “Terus di Samalanga bagaimana?”, tanya seorang warga; “Samalanga wala’ wala’am,” (Samalanga Wallahu'alam) jawab Cina itu. Namun entah bagaimana cerita itu kemudian, sehingga orang dengan gampang menyebutkan Pidie Pra’ak, Samalanga wala’ak-wala’ak.

Lain halnya sebutan orang Meureudu; mata hu su meutaga. Secara historis boleh jadi karakter masyarakat Meureudu berkait sikap tegas, disiplin dan konsekwen. Meskipun secara bahasa—orang Meureudu mata hu su meutaga—ini bisa ditafsir sebagai karakter pemarah, emosional, mudah tersinggung, bahkan bengis atau semacam memiliki sifar yang menakutkan. Sebab secara bahasa, mata hu su mentaga jelas sikap emosional yang sudah di luar control.

Kita serng membayangkan jika seseorang marah, matanya membelalak merah dengan suaranya yang keras terbentak-bentak. Maka siapa pun akan merasa takut. Namun sebenarnya ada historia yang membuat istilah atau sebutan untuki Mereudu dicap sebagai masyarakat mata hu su meutaga. Dasar sejarahnya, bukan berarti orang Meuruedu berkarakter galak, berwatak keras, atau masyarakat yang mudah marah, melainkan pada ketegasan sikap, displin, serius, dan tidak main-main dalam setiap pengambilan keputusan dalam kepemimpinan, sejauh keputusan itu untuk kebenaran dan kemeslahatan orang banyak.

Meureudu tempo doeloe
Nah, sejarah Kesultanan Aceh, belum pernah ada orang yang berani menantang Sultan, kecuali orang Meureudu, yaitu Tgk, Japakeh yang berani menantang Sultan Iskandar Muda karena tidak konsekwen pada janjinya ketika Sultan datang ke Meureudu untuk mengangkat Tgk Japakeh sebagai konsultan (penasihat) perang pada waktu Iskandar Muda hendak menaklukkan Johor dan Malaka.

Tgk. Japakeh yang bernama asli Jalaluddin, seorang ulama besar Meureudu asal Turki.; Ia datang ke Aceh jauh sebelum periode kedatangan para ulama Turki lainnya yang dikirim khusus oleh Sultan Turki ke Aceh bersama kepulangan rombongan Meuriam Lada Secupak yang dipimpin oleh Laksamana Nyak Dum. Japakeh, dua kata “Khoja” dan “Faqih”. Khoja adalah gelar untuk orang kaya di Turki atau Persia. Faqih, sebutan untuk seorang ulama di Turki. Karena orang Aceh sukua menyingkat panggilan nama seseorang, maka Khoja Faqih dipanggil orang Aceh Japakeh. Padahal nama lengkap Tgk. Japakeh adalah Khoja Faqih Jalaluddin.

Pembangunan Irigasi meureudu
Tgk. Japakeh pertama datang ke Meuredu menetap di Rawue. Rawue ini satu pemukiman awal di Meureudu yang dibangun oleh Meurah Dua di lembah pucuk sungai Meureudu yang kemudian diberi nama kampung Rawue. Sekarang letaknya sekitar 40 kilometer arah Selatan Kota Meureudu dan sangat berdekatan dengan Aceh Barat, karena Rawue ini termasuk wilayah perbatasan antara Kabupaten Pidie dan Aceh Barat.

Pada masa konflik di Aceh, Rawue ini pernah dijadikan markas GAM yang sangat aman. Lokasinya yang sulit terdeteksi juga letaknya sangat strategis di lembah pucuk sungai Meureudu yang dilindungi pergunungan. Raweu ini juga termasuk daerah keramat yang sulit dilintasi musuh. Sehingga para pejuang GAM dari Pidie dan Aceh Barat selalu berkumpul di Rawue ini, kata beberapa mantan kombatan GAM. Kampung Rawue di lembah pucuk sungai Meureudu. Sebagai bekas tempat awal menetapnya ulama besar Tgk. Japakeh, dianggap karamah. Ini mungkin menarik diteliti.

Ketika Sultan Iskandar Muda hendak datang ke Meureudu pada hari yang telah ditentukan, semua rakyat dari Rawue yang dipimpin Tgk Japakeh turun dengan segala bawaan hasil pertanian untuk menyambut kedatangan Sultan. Namun setelah beberapa hari mereka menungu di Meureudu, Sultan tak kunjung datang. Akhirnya Tgk Japakeh bersama rakyat kembali ke Rawue. Sehingga begitu Sultan Iskandar Muda tiba di Meureudu tidak seorang rakyat pun yang menyambutnya. Sultan marah besar pada rakyat Meureudu dan Tgk Japakeh karena tak ada yang menyambut kedatangannya. Hingga Sultan mengirim utusan ke Rawue memberitahu bahwa Sultan sudah tujuh hari tiba di Meureudu dan tak seorang pun yang menyambutnya.

Maka dengan penuh sesal rakyat pun terpaksa turun kembali dari Rawue ke Meureudu untuk menemui Sultan Iskandar Muda dengan segala bawaan hasil pertaniannya yang akan dipersembahkan kepada Sultan dan rombongannya. Begitu sampai di Meureudu, Tgk Japakeh langsung menghadap Sultan Iskandar Muda dan meminta maaf atas keterlambatan rakyat Meureudu menyambut kedatangannya. Tapi permintaan maaf Tgk Japakeh ini malah disambut oleh Sultan dengan kemarahan, bahkan segala persembahan hasil pertanian rakyat Meureudi tidak mau diterima oleh Sultan Iskandar Muda.

Jalur rel kereta api meureudu tempo dulu
Melihat gelagat Sultan demikian, Tgk Japakeh pun marah.“Daulat Tuanku jangan seenaknya menyalahkan kami. Ini semua kesalahan Paduka Mulia, yang tidak konsekwen pada janji kedatangannya. Tuanku bilang seminggu yang lalu Tuanku akan datang ke Meureudu. Tapi setelah beberapa hari kami tunggu dengan segala persiapan penyambutan, Paduka Yang Mulia tidak kunjung tiba. Sekarang Daulat Tuanku datang marah-marah dan menyalahi kami,” tukas Tgk Japakeh menantang Sultan Iskandar Muda.

Sangking marahnya Tgk Japakeh di hadapan Sultan, Japekeh menyuruh rakyat Meureudu untuk mengambil kembali semua barang bawaan hasil pertanian yang ingin dipersembahkan kepada Sultan disuruh ambil kembali: “Kacok boh gadong ngen boh birah, ureung han ek mutadarah bek kapumeulia”, suruh Tgk Japakeh pada semua rakyat Meureudu. ( yang maksudnya, ambil kembali semua ubi, gadung, dan talas untuk kita bawa pulang semua. Karena tiada guna kita memuliakan orang yang tidak mau menerima hormat kita).

Mendenger perkataan Japakeh yang demikian marah, Sultan Iskandar Muda pun menyadari kesalahannya. Sehingga baginda Sultan membujuk Tgk Japakeh dan rakyat Meureudu untuk tidak kembali ke Rawue, dan semua barang persembahan hasil pertanian rakyat Meureudu ketika itu diterima Sultan dengan senang hati. Setelah kedua belah pihak sudah saling memaafkan, maka dalam pembicaraan Tgk Japakeh dengan Sultan Iskandar Muda, Sultan bertanya pada Japakeh: “Mengapa orang negeri Meureudu ini keras kepala, dan berani menentangku dengan mata hu su mentaga?”.

“Ampun Duli Tuanku Sultan, bukanlah orang Meureudu ini yang keras kepala, akan tetapi Duli Tuanku jualah yang salah dan khilaf, karena tidak tepat pada janjinya,” jawab Tgk Japakeh. Dialog itu mengisyaratkan, karakter orang Meuruedu sebagai masyarakat mata hu su meutaga sudah dicap sejak zaman Sultan Iskandar Muda Namun sesungguhnya, bukan makna masyarakatnya pemberang, melainkan lebih pada sikap tegas dan serius. Bila ada yang menyalahi aturan yang telah disepakati bagi orang Meureudu tak ada alasan untuk tidak ditantang, tak kecuali apakah itu Sultan atau rakyat biasa.

Ternyata, karakter mata hu su meutaga ini juga melekat pada Mustafa Abubakar sebagai orang Meureudu ketika memimpin Aceh sebagai Pj. Gubernur (tahun 2006. Setahun ia memimpijn namun sampai saat ini masih dipuji banyak orang. Karakter ini kadang juga kumat pada Bupati Gade Salam, putra Meureudu yang sekarang jadi bupati Pidie Jaya. Dalam beberapa hal, sikap Bupati Gade Salam dianggap sangat arogan. Namun sisi lain itulah karakter yang diwariskan ulama besar Tgk Japakeh yang selalu tegas dan tidak main-main dengan aturan kepemimpinan yang telah disepakati.


Saturday, September 17, 2011

Kopinis : sejarah kopi

Cerita legendaris kopi diawali dari dataran tinggi Ethiopia sekitar tahun 800. Seorang gembala kambing bernama Kaldi, mengamati kambing gembalaannya yang gemar memakan sejenis buah beri yang membuat kambing-kambing tersebut jadi lebih bersemangat untuk beberapa saat. Ia pun mengamati bahwa setelah memakan buah beri tersebut, kambing-kambingnya tidak mau beristirahat maupun tidur pada malam harinya. Kaldi kemudian mencoba memakan sendiri buah beri tersebut – dan ia pun ternyata mengalami hal sama.
Cerita pengalaman Kaldi tersiar hingga ke biara setempat. Para biarawan lantas melakukan percobaan membuat minuman dari buah beri itu. “Ramuan” yang dihasilkan ternyata mampu membuat mereka tetap berjaga sehingga tetap dapat menulis maupun berdoa hingga larut malam. Demikianlah awal kopi mulai menyebar ke seluruh dunia.

AWAL BUDAYA KOPI DITANAH ARAB
Budidaya penanaman kopi dan perdagangannya bermula dari semenanjung Arab. Sepanjang abad 15 dan 16 kopi telah ditanam, dipanen dan diperdagangkan untuk dikonsumsi di seluruh tanah Mesir, Siria dan Turki. Dalam kurun waktu itu Yemen merupakan penghasil utama kopi dan bangsa Arab dengan seksama menjaga perkebunan kopi yang makin bernilai.

KOPI TIBA di INDONESIA
Bangsa Belanda berhasil membudidayakan sekaligus menyebarkan luaskan kopi dari perkebunan di Indonesia, terutama dari tanah Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Segera saja tanaman eksotis ini menyebar ke negara-negara jajahan Eropa serta ditanam di rumah-rumah kaca maupun perkebunan di seantero Austria dan Belanda. Bangsa Belanda berhasil memperdagangkan kopi ke seluruh pecinta kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pedagang Arab melalui cara menanam, memanen serta memperdagangkannya ke seluruh pecinta kopi di dataran Eropa

ANUGRAH YANG MENGUBAH DUNIA
Perjalanan kopi melintasi dunia ke benua Amerika merupakan kilas balik Belanda dari perkebunan di kepulauan Indonesia. Ketenaran kopi di Eropa pada abad 18 menjadikan kopi sebagai alat tukar maupun sebagai hadiah yang berharga. Berniat menyenangkan hati Raja Prancis, Walikota Amsterdam pernah menghadiahi Raja Louis XIV sebatang pohon kopi. Sang Raja lalu menanamnya di Kebun Kerajaan di Paris di mana suhu dan kelembabannya mirip dengan iklim Yemen sehingga pohon itu pun tumbuh subur.

Arti Nama ‘Pontianak’ ternyata … Kuntilanak

Ya itulah yang saya temukan di Wikipedia beberapa bulan yang lalu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kuntilanak
Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”.
Salah seorang pengunjung (nampaknya orang Malaysia) juga menyebutnya sbg Pontianak.
http://setanhantu.wordpress.com/2007/10/31/manusia-terlahir-dengan-sifat-penakut-pada-apa-saja/
Aslkm?Slm sejahtera buat pembaca sekalian, buat pertama kalinya saya melayari laman web ini, sesungguhnya, pendapat dan komen-komen anda semua menarik dan logik diterima pakai. Memang, perasaan takut seseorang boleh memanipulasi dan melemahkan. Apatah lagi, jika perasaan takut seseorang itu terbawa-bawa didalam sesuatu situasi atau keadaan. Contohnya didalam rumah, tempat kerja, sekolah mahupun ditempat lain. Yelah, kadang-kadang, apabila terdengar bunyi yang aneh, timbul perasaan takut yang amat sangat. Kemudian, tiba-tiba pula ternampak sahaja sosok bayangan putih, kemungkinan akan bermain di fikiran tentang kedatangan si Pontianak/Kuntilanak atau hantu-hantu lain. Sedangkan, sosok putih itu hanya bayangan mata sahaja akibat dari perasaan takut tadi. Ataupun hanya selendang putih dari rumah jiran sebelah yang melayang dihadapan. Heheheh…
Cuma saya jadi bingung sendiri, kok salah satu kota di Kalimantan Barat namanya Pontianak? Apa sesuai dengan penjelasan di atas? Jadi daerah sana banyak juga Kuntilenak eh Kuntilanak-nya?  Yang merasa dari Kalimantan silahkan urun rembug di sini.

Friday, September 9, 2011

Bedah Buku Sejarah Peradaban Aceh

Suku Aceh Mempunyai Keunikan Tersendiri

Jakarta, 15 April 2003 17:04
Calon doktor Universitas Padjadjaran Bandung Abdul Rani Usman menukilkan berbagai fakta tentang peradaban Aceh dalam sebuah buku berjudul Sejarah Peradaban Aceh.

Peluncuran dan bedah buku yang dihadiri tokoh masyarakat Aceh antara lain mantan Meneg HAM Hasballah M Sa`ad, Debra Yatim, Agus Sopian serta Bambang Haryono itu berlangsung di Jakarta, Selasa.

Pada buku yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia dengan kata pengantar ditulis Prof Nazaruddin Sjamsuddin itu, penulis mencoba melakukan suatu analisis interaksionis, integrasi dan konflik.

Dalam buku setebal 156 halaman itu, Abdul Rani Usman mendeskripsikan berbagai sejarah masyarakat daerah yang dijuluki "Serambi Makkah", baik dilihat dari suku bangsa maupun struktur lembaga kemasyarakatan.

Kandidat doktor yang jebolan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menuliskan bahwa Aceh merupakan wilayah yang menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia internasional seperti Snouck Hurgronje.

Menurut dia, perkembangan dan peradaban suku bangsa Aceh pun menjadi perhatian para ahli sejarah karena suku Aceh mempunyai keunikan tersendiri, terutama banyaknya inegrasi etnik atau campuran etnik yang akhirnya terjadilah suku etnik Aceh.

Dalam buku itu juga diulas tentang sejarah dan perkembangan, asal usul sebutan Aceh, hubungan Aceh dengan bangsa asing, bahsa Aceh, sistem kekerabatan, perkembangan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat.

Lebih jauh, penulis yang pernah mengisi surat kabar terbitan Sumatera Utara (Sumut), Medan dan Aceh itu juga mengangkat perubahan sosial dan pernghancuran peradaban Aceh serta bangkitnya peradaban Aceh.

Buah pembicaraan

Prof Nazaruddin Sjamsuddin mengatakan, sejak masa kemerdekaan sampai saat ini, Aceh merupakan suatu daerah yang tidak pernah henti-hentinya menjadi buah pembicaraan di kalangan masyarakat Indonesia.

Jika pada masa kemerdekaan Aceh dikenal sebagai tulang punggung perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia atau pendukung Republik yang teramat loyal, maka kini lebih dipandang sebagai suatu daerah yang bergolak.

Segera setelah perjuangan mempertahankan kemerdekaan berakhir, pada penghujung 1949, sementara banyak daerah lain mengalami proses peredaan ketegangan, rakyat Aceh terus hidup dalam suasana gaduh dan resah.

Aceh yang selama revolusi memainkan peranan besar sebagai salah satu sentra perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sehingga dijuluki Presiden Soekarno sebagai "daerah modal", justru diperkecil setelah kemerdekaan Indonesia diakui oleh dunia internasional.

"Ditinjau dari satu segi, pembelaan harkat dan martabat yang berlangsung secara berkelanjutan sepanjanima abad itu tentu saja telah membentuk watak dan kultur rakyat Aceh sebagaimana yang kita kenal selama ini," tulis Nazaruddin.

Namun demikian tidak berarti tidak ada "biaya" yang harus dibayar oleh rakyat Aceh.

"Hal inilah yang ingin diungkapkan oleh Drs A Rani Usman, M.Si dalam buku berjudul Sejarah Peradaban Aceh," demikian Nazaruddin Sjamsuddin.

Tari Saman - Tari Tradisional Aceh

Di antara beraneka ragam tarian dari pelosok Indonesia, tari saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Sungguh menarik, bukan? Tak salah jika tari saman banyak memikat hati para penikmat seni tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara. Sekarang, mari kita ulas lebih dalam lagi mengenai tarian unik ini.

Sejarah
Mengapa tarian ini dinamakan tari Saman? Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.

Makna dan Fungsi
Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah.
Berikut contoh sepenggal syair dalam tari S aman:

Reno tewa ni beras padi, manuk kedidi mulu menjadi rempulis bunge.

Artinya:

Betapa indahnya padi di sawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon pengantin serta membawa nama yang harum.

Namun dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.

Nyanyian
Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian :

1. Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.


Gerakan
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.

Penari
Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.

Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
· Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
· Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
· Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Tari saman memang sangat menarik. Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga populer di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam. Maka dari itu, kita harus bangga dengan kesenian yang kita miliki, dan melestarikannya agar tidak punah.

Sejarah Bra

NENEK MOYANG BRA | sebelom munculnya BH perempuan tau lebih dulu mengenal korset. Korset ditemukan oleh catherine de Medici, isteri raja Henri II pada abad pertengahan 15 catherine membuat pertaturan khusus bagi penampilan para bangsawan dan penghuni istana.

yaitu mereka dilarang gemuk., sebaliknya harus berlekuk dalam alias ramping. Sejak saat itu catherine pun mulai menganjurkan pemakaian korset bagi para perempuan di kerajaannya. Anehnya semua perempuan mengabaikan rasa sakit untuk menjadi lebih ramping menggunakan korset.




Penemu BH |Mary phelps jacob penyelamat kaum hawa dari siksaan korset. Dialah yg menemukan BH pertama kali pada tahun 1913 tanpa sengaja, Ketika itu, perempuan NY ini berencana menghadiri sebuah pesta yang mewajibkannya berpenampilan resmi, tetapi penampilan korset justru memperjelek dirinya lalu ia memiliki ide , saputangan sutranya dan beberapa pita. Tanpa sadar mary menemukan BH yang PERTAMAnya.

kata bra berasal dari bahasa prancis kuno yang artinya lengan atas lalu siapa pengembang BEHA?

Ida rosanthal membuat bra berbentuk mangkuk yang berbeda" berdasarkan ukuran payudara.

BH masuk ke indonesia | awal mulanya dari prempuan bangsa belanda. Bra dipakai pertama kali sebagai daleman kebaya. kata BH singkatan dari Breast Holder yg artinya pemegang payudara.

penemu dan sejarah bra(kutang)



Sejarah bra dimulai sejak 2500 tahun sebelum Masehi, di mana saat itu para cewek di pulau Kreta, Yunani telah menggunakan pakaian sejenis bra di luar pakaian mereka untuk mengangkat payudara mereka. Tahun 450 sebelum Masehi, cewek Romawi menggunakan semacam kemben untuk mengatur ukuran payudara mereka. Pada tahun 1893, Marie Tucek tercatat pada kantor hak paten Amerika Serikat sebagai pencipta breast supporter, pakaian yang amat mirip dengan modern bra. Pada tahun 1912 istilah brassiere tercantum pada Oxford English Dictionary.





Modern bra pertama kali dipatenkan pada tahun 1914 oleh seorang socialite dari New York bernama Mary Phelps Jacob. Namun, ia menjual hak patennya pada Warner Brothers Corset Company di Connecticut, Amerika Serikat seharga $1,500 yang kemudian menghasilkan lebih dari 15 juta dolar 30 tahun setelahnya. Di tahun 1928, Ida Rosenthal, seorang imigran asal Rusia menciptakan sistem pengukuran cup pada bra dan mengembangkannya untuk tiap tahap kehidupan dari masa puber hingga kedewasaan. Baru di tahun 1935, Warner menciptakan sistem pengukuran cup yang kita ketahui sekarang dari A hingga D yang segera diterapkan oleh produsen bra lainnya.

Sejarah Celana Dalam

Did you know, sejarah underwear udah dikenal pada zaman Pharaoh (bahasa kitanya: Fir’aun). Manusia pada zaman sebelum masehi dulu udah mulai berpikir untuk menutupi sebagian tubuh yang ada dibawah pusar untuk menjaga kebersihan. Terutama dikalangan wanita. Para budak Fir’aun menutup kemaluannya dengan kain panjang yang dilipat-lipat menutupi bagian selangkangan sampai ke belakang menutupi pantat. Tujuannya untuk melindungi bagian penting itu supaya tidak mengalami lecet-lecet. Sementara, para bangsawan waktu itu hanya cukup memakai kain tipis (cawat) yang dikencangkan dengan sabuk emas.

Pada abad ke-18, di Inggris orang-orang ang pertama kali memakai underwear adalah kaum bangsawan terutama para istri** raja. Bentuk underwear pada waktu itu bukan yang kita pakai sehari-hari, mereka masih overall, hanya memakai sehelai kain tipis yang melindungi kulit dari kain yang kasar yang terbuat dari cotton wool yang pada waktu itu masih tergolong mahal.

Setelah 3000 tahun berlalu, sejak kejayaan kerajaan Fir’aun runtuh, kerajaan ini hanya menyisakan tulisan haerogryphliz, kuburan** kuno dan tentu saja ide brilian yang nantinya berevolusi jadi “kolor” atau “kancut” yang kita pake sekarang ini. Dengan adanya penemuan yang dipatenkan pada tahun 1793 oleh Elias Howe, dan juga dukungan revolusi industri, pembuatan underwear makin pesat di produksi saat itu. Saat perkembangan makin pesat, underwear yang dipakai lelaki pada umumnya memiliki bentuk yang menutupi seluruh badan atau disebut skivvies, sehingga disebut mens second skin. Underwear wanita yang paling terkenal dinamakan lingerie, yang juga berfungsi sebagai korset untuk menyusutkan perut, nggak sedikit juga dipakai para wanita agar terlihat langsing dibagian perut. Kurang lebih saat ini yang biasa dipakai oleh bintang bokep. Ya, seperti itu.

Tetapi, ketika perang dunia pertama para tentara sekutu komplain gara-gara skivvies yang dipakai cepat bikin infeksi kulit. Sementara, marinir angkatan laut Amerika juga protes karena skivvies sering bikin lecet “pistol dan 2 pelurunya” ketika dipakai di medan perang. Keluhan itu di dengar oleh pemerintah. Akhirnya, paman Sam segera membuatkan kancut khusus ARMY dengan bahan katun berwarna putih khusus untuk prajuritnya. Lalu dibuat juga waistband yang elastis. Yup, para tentara pada perang dunia pertama ini sangat bergantung pada kancut selain sepatu tebal dan helm yang berat. Kancut menjadi idola para tentara di medan perang. Namun gara2 kancut warna putih itu, mengundang para Nazi dari jerman menyerukan “Target White underwear!” Melihat, kancut putih jadi sasaran musuh, tentara Amerika segera merubahnya dengan corak kancut menjadi warna loreng yang berbaur dengan warna hutan. Dan divariasikan sesuai dengan aktivitas dan keperluan masing**. Pada waktu PD ke-1 ini udah memakai kancut brief atau yang berbentuk segitiga. Sekutu juga sudah memakai Boxer, kancut yang serupa dengan celana pendek dengan motif loreng harimau sampai polka dot.


Why underwear is become a very significant things

Tetapi pada tahun 80-an penggunaan kancut di Amerika pernah ditentang oleh sekelompok kaum Hippies. Mereka beranggapan bahwa penggunaan kancut pada semua kaum pria dan wanita sangat tidak natural dan juga mengekang kebebasan ekspresi diri. Mereka melakukan protes dengan aksinya yang cukup controversial. Kaum Hippies membakar seluruh celana dalam atau bra yang mereka ambil secara paksa dari took** pakaian maupun dari orang** yang memakainya.

Di Jepang, 12% kejahatan pencurian adalah mencuri pakaian dalam wanita. Di Indonesia sendiri pada paska tragedy kerusuhan 14 Mei 1998 lalu ketika itu banyak terjadi pemerkosaan di kalangan wanita, pernah dijual pakaian dalam yang dapat melindungi para wanita dari lelaki yang usil. Kancut itu dibuat dennnnnngan bahan baja dan kunci kombinasi nomor. Tujuannya untuk menjamin “si otong” nggak bakal dating kalo nggak diundang.


Underwear in a Millenium era

Pada awal 90-an underwear menjadi fashion oleh para designer terkemuka. Perusahaan raksasa macam Calvin Klein dan Jockey mewakili brand ternama underwear pria. Victoria’s secret adalah produsen terbesar underwear wanita yang terkemuka dan terkenal dengan berbagai variasi. Biasanya perusahaan ini sering melakukan launching produk mereka yang langsung diperagakan oleh model** cantik seperti Cindy Crawford, Tyra Bank, Claudia Sheiffeir dan bahkan pernah oleh Madonna.

Inovasi lainnya juga dilakukan dengan menggunakan kain** seperti sutra, lycra, satin dan bahkan ada yang tembus pandang. Para peneliti di Amerika mengatakan bahwa underwear menjadi suatu aphrodisiac (penambah motivasi sex), sehingga dibuatlah underwear wanita yang makin wow! Ada juga edible underwear (kancut yang bisa dimakan) buat mereka yang tidak suka kerepotan membuka kancut pada saat foreplay. Edge line juga menjadi bahan acuan dalam inovasi underwear dengan dibuat semakin mungil saja. Ada juga underwear terkemuka ang dikenal dengan nama thong atau G-String, yang hanya menutupi bagian depan saja sedangkan belakangnya terbuka dan memperlihatkan “kedua pipi” pantat dan strip linenya tersisip ditengah-tengah sehingga disebut calem, celana kedalem. Pada tahun 1990 diciptakan kancut sekali pakai. Pola* atau motif kancut juga mulai menjadi bahan inovasi dari yang sederhana sampai pola yang cukup extrim. Misalnya menggunakan kulit binatang seperti kulit macan, kulit buaya dan kulit ular. Dan biasanya underwear** hasil rancangan para designer terkemuka dijual dengan harga yang sangat mahal. Di Perancis bahkan pernah dipamerkan underwear termahal karena diberi aksesoris permata seperti berlian.

Kancut menjadi masalah penting buat kegiatan kita sehari-hari. Tanpa kancut, mungkin pembalut wanita atau salep jamur harganya bisa selangit. Selain itu kancut juga bisa menurunkan tingkat penderita turun berok. Jadi, sudah sepantasnya kita meberi penghormatan pada kancut yang telah mengalami sejarah yang cukup panjang dan dipakai oleh semua orang di seluruh dunia. A tribute to kancut. Nggak hanya merakan Valentine day atau pesta Haloween kita juga bisa memberi penghormatan untuk merayakan HARI BESAR KANCUT bareng pacar..hehe.. becanda gan..

Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.

Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.

Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …

Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.


Detik

Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarahnya

Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960.

Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :

1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun